Showing posts with label Fundamental. Show all posts
Showing posts with label Fundamental. Show all posts

Thursday, March 3, 2011

The Four Virtues

The key to succeed in trading is not the capital, it's not how much money we start with. In fact I've seen some people build their account from scratch and became millionaires, and some people start with big money but end up losing nearly (if not) all their money.
The key to succeed in trading is really within ourselves, it's our mental attitude.
Forex trading is all about internal struggle. Yes, our worst and only enemy is ourselves, not the market. We don't fight the market, we just follow it, the market is like a river that flows.
Then I remember these old games, The Ultima series (I really miss the games by the way), the hero is the avatar, champion of eight virtues. These virtues are the foundation upon which the society is built. Straying from these virtues will lead to disaster.
Well I believe in forex trading, based on my experience, there are also these virtues every trader should uphold.
They are: KNOWLEDGE, DISCIPLINE, PATIENCE, and COURAGE.
Lacking one of those will lead to failure.

Thursday, November 4, 2010

Mindset Terhadap Target

Salah satu hal yang saya rasa sangat membebani adalah: target profit.
Yup, target harus dapat sekian pips lah, atau sekian $ lah, atau sekian % equity harus bertambah lah, pokoknya target profit yang kita set tiap hari atau tiap minggunya.
Sekitar setahun yang lalu saya begitu iri melihat posting teman-teman di forum, gila pada jagoan gini!
Jadinya saya terpancing juga untuk memasang target cukup besar dan trade gila-gilaan. Sabet sana-sini, buka posisi di banyak pair, dll dll.
Kalau sedang profit memang sih bisa diatas 100 pips sehari, tapi giliran loss juga ya begitulah, dan setelah dihitung-hitung kok sama-sama saja rasanya yah.

Lalu mulai saya mengganti target jadi 50 pips sehari, dibagi dengan dua atau tiga kali OP, jadinya satu posisi targetnya hanya 20-25 pips, malah kadang kurang dari itu.
Dengan begini ada peningkatan, disiplin mulai lebih terjaga. Saya punya rules ketat dimana hanya pada kondisi-kondisi yang memenuhi kriteria saya akan membuka posisi.
Tapi ternyata seperti ini pun kadang-kadang masih membebani. Terutama pada saat target belum terpenuhi, atau SL +1 beberapa kali tersambar. Mulai deh godaan, padahal kondisinya tidak atau kurang menguntungkan, atau kadang karena tidak didepan monitor jadinya terlambat tapi saya memaksakan diri masuk demi mengejar target. Jadilah malah defisit.

Setelah saya pikir-pikir, mungkin mindset saya tentang target ini benar-benar salah.
Kalau melihat contoh sunnah nabi berbisnis saja targetnya tidak muluk-muluk, yang penting ada lebihnya, jangan sampai rugi! Tidak penting berapa lebihnya ini.
Nah ini dia rupanya biang keroknya!
Padahal dari dulu-dulu Eyang KG tuh pernah bilang juga yang penting nggak rugi, terus ada profitnya! Biarin cuma 1 pip juga tetap aja profit. Dengan begitu kita akan trading dengan lepas dan tanpa beban.
Simple padahal tapi saya lupakan hal ini, mungkin karena saya memang tipe orang yang mesti merasakan dulu baru bisa paham.

Well, okelah, jadi mulai saat ini target saya trading cuma: yang penting jangan rugi, dan ada lebihnya. 1 pip juga alhamdulillah profit!
Akhir kata, happy trading all, semoga semuanya GOT GREEN HELL YEAH \m/\m/

Sunday, October 10, 2010

Frame

Bismillah...

Kemarin saya dapat satu kasus lagi. Mbak ini bingung dengan BB berbagai periode berseliweran di chart. Ini sebetulnya bagaimana cara lihatnya sih?
Pertama saya jawabnya dengan prinsip KG wave yang kalau dengan bahasa sederhana saya: gelombang yang kecil mengikuti yang besar, yang besar dimulai dari yang kecil.
Iya itu sudah baca, dia bilang, tapi penerapannya itu lho seperti apa?
Oke kemarin saya cuma sempat kasih penjelasan singkat, jadi sekarang saya akan coba jelaskan lagi sebisanya sekalian dengan gambar. Mudah-mudahan nggak ada yang bingung lagi nanti dengan masalah ini.
O ya karena kebetulan yang saya gunakan sekarang adalah konsep KGBS, yang saya contohkan juga dengan konsep KGBS saja, tetapi penerapannya di konsep BBMA juga sama saja kok.

Oke, seperti sudah kita sepakati bahwa pergerakan harga atau wave atau gelombang dikelompokan atau dikategorikan berdasarkan satuan waktu,weekly, monthly, dll dll begitu lah.
Dulu saya juga sempat bingung cara melihatnya. Nah, saya melihat gelombang tiap acuan waktu ini sebagai frame(benar nggak yah analoginya?) atau kerangka besarnya dimana didalamnya bergerak gelombang-gelombang yang lebih kecil.

Biar gampang, langsung gambar saja. Misalnya ini deh:



Kalau kita lihat di gambar itu maka yang kita lihat adalah gambaran pergerakan harga monthly atau bulanan yang digambarkan oleh LSMA dan peta kekuatan buyer-seller yang digambarkan oleh BS bands.

Nah, ternyata kalau dilihat lebih detail si monthly yang besar ini dibentuk oleh pergerakan yang lebih kecil lagi, kita ambil satuan yang terdekat, weekly misalnya:



Digambar itu kalau si monthly diibaratkan seperti frame, maka weekly ini bergerak didalamnya. Ngerti maksud saya yah?
Ini dia maksudnya bahwa gelombang kecil mengikuti yang besar dan yang besar dimulai atau dibentuk dari yang kecil.

Lalu kalau sekarang kita lihat weekly sebagai frame, maka weekly ini juga ternyata dibentuk dari gelombang yang lebih kecil lagi, yaitu daily.



Dan si daily pun dibentuk oleh gelombang yang lebih kecilnya lagi, 8H.



Dan begitu seterusnya sampai yang terkecil.

Oke sampai sini bisa jelas terlihat ya maksudnya? Buat saya pribadi cara pandang seperti ini sangat memudahkan waktu awal-awal saya belajar konsepnya KG.
Mudah-mudahan nggak ada yang bingung lagi sekarang deh. Atau kalau masih bingung juga ingatnya begini saja deh lebih sederhananya lagi: gelombang kecil bergerak dalam kerangka gelombang yang lebih besar.
Simple kan?

Lalu pertanyaanya setelah itu adalah, kita mau fokus kemana?
Ya terserah lah, tergantung orientasi trading kita kemana. Kalau tipe long atau medium term kita akan fokus ke gelombang besar, weekly keatas lah. Tapi kalau tipe intraday seperti saya, maka akan fokusnya ke daily dan dibawahnya. Atau kalau jurus raja copet , nyopet sedikit-sedikit gitu, mungkin akan fokusnya ke yang lebih kecil lagi, bisa 8H atau 4H, atau malah 1H.
Yah, tinggal sesuaikan sajalah dengan style masing-masing.

Oke, alhamdulillah sekian dulu deh sudah tengah malam, mudah-mudahan manfaat :)

Saturday, July 31, 2010

TIMING

Ada satu saat dimana saya benar-benar pede dalam trading. Saya merasa sudah dapat intisari pelajaran KG. SD, BS, range, LSMA, dsb dsb, saya yakin sekali saya sudah dapat inti konsepnya.
Dengan konsep KGBS dan konsep arah dan batas saya trading, sangat simple menurut saya. Setiap harga ada di batas, perhatikan arah 8H, 8H SR apalagi kalau daily mendukung langsung OP, sabet sana-sini. Saya menyebutnya jurus ular.
Hasilnya, cukup impresif.... dan kalau giliran loss juga tak kalah impresif, hehehe. Tapi secara umum masih positif lah hasilnya.
Lalu ada masa tiba-tiba semuanya kacau, semuanya salah, dan saya mulai berpikir: hey, something's wrong here but I don't know what! Am I a trader or a sucker?
Kebetulan waktu itu tiba-tiba ada kawan yang kirimi saya message di fb, dia tanya tentang volatility dan market hours.
Dan itu mengingatkan saya sekitar setahun yang lalu waktu eyang KG pernah bilang kira-kira seperti ini: kuncinya trading gua sih sebetulnya waktu! SD, range dan segala macam itu cuma untuk memastikan kondisinya seperti apa di waktu itu.
Jadi sederhananya, kuncinya adalah: TIMING!
Selama ini saya ngga sadar apa artinya ini, bodoh sekali! Satu hal yang luar biasa penting selama ini saya abaikan.
Berangkat dari situ saya mulai benar-benar memperhatikan masalah ini dan menjaga ketat disiplin. Dari jurus ngawur sabet sana-sini berubah jadi jurus sniper: one bullet one kill, atau kalau jurus kapak 212 mungkin satu sabetan satu nyawa (sadis ga sih).

Oke, bicara timing sepertinya harus sedikit membahas tentang forex market itu sendiri. Siapa sih yang ada dibaliknya dan seperti apa mekanismenya.
Ini saya ada sedikit sharing berdasarkan apa yang saya tangkap dari ebook All About The Forex Market In The US.

Forex market sebenarnya adalah sebuah jaringan internasional para dealer.
Dealer disini maksudnya adalah institusi-institusi besar yang aktif dalam perdaganan valuta asing. Mereka ini tersebar di financial center yang ada di seluruh dunia dan saling terhubung satu sama lain, jumlah mereka juga terbatas. Mereka-mereka inilah sang market makers, atau penggerak pasar yang sesungguhnya, atau biasa juga disebut big boys. Transaksi yang mereka lakukan bisa dengan customer atau yang lebih sering terjadi antar mereka sendiri.

Dari semua financial center yang ada di dunia, tiga dengan volume transaksi valas terbesar ada di London dengan 32%, kemudian disusul New York 18%, dan Tokyo 8%. Tiga besar ini juga mewakili tiga zona waktu berbeda yaitu Eropa, belahan Barat, dan Asia.
London bisa menjadi yang terbesar karena disana terdapat sejumlah besar institusi finansial. Juga diuntungkan oleh lokasi yang berdekatan dengan financial market utama di Eropa, dan juga oleh letak geografis dan zona waktu.
London buka di saat financial center lain di Eropa juga buka, pagi di London berbarengan dengan jam-jam akhir market Asia dan Timur Tengah, dan siang di London berbarengan dengan market Amerika Utara yang besar.

Karena tersebar di seluruh dunia ini maka forex market aktif 24 jam setiap harinya. Tutup di satu tempat tetapi masih buka di tempat lain.
Dimulai di Asia Pasifik dari New Zealand, Australia, Jepang, Hong Kong, Singapura, kemudian bergerak ke Timur Tengah, lalu Eropa, dan terakhir Amerika.

Aktif 24 jam berarti kondisi pasar bisa berubah kapan saja mengikuti perkembangan yang terjadi dimana saja. Jadi pelaku pasar harus siap dengan segala kemungkinan setiap waktu, bahkan ketika market sudah tutup di tempat dia berada.

Dalam 24 jam setiap harinya ini aktivitas pasar ternyata tidak selalu sama. Ada siklus waktu-waktu tertentu dimana ada kecenderungan aktivas sangat tinggi dan ada waktu tertentu dimana aktivitas relatif rendah.
Transaksi terbanyak terjadi ketika ada pihak-pihak yang potensial tersedia dalam jumlah terbesar.
Seller ingin sell waktu ada banyak buyer potensial, buyer ingin buy waktu ada banyak seller potensial.
Aktivitas sangat tinggi ketika market US dan Eropa buka, atau waktu pagi di US dan sore di London. Sekitar duapertiga aktivitas di New York terjadi di pagi hari dan umumnya menjadi lambat di siang sampai sore hari setelah market Eropa tutup dan sebelum Tokyo, Hong Kong dan Singapura buka.
Karena adanya siklus ini pelaku pasar akan cenderung kurang merespon perubahan yang terjadi di saat market sedang relatif sepi dan menunggu konfirmasi saat market besar dibuka. Beberapa institusi bahkan tidak terlalu peduli pada perubahan yang terjadi di waktu-waktu sepi.

Ini dia gambarnya:




Sekarang apa hubungannya ini dengan OP?
Ini menurut saya:
Trader seperti kita hanyalah trader kecil, sangat kecil malah, yang tidak punya power sedikit pun untuk menggerakan pasar. Market makers yang bisa melakukan itu dan kita hanya bisa mengikuti kemana arahnya.
Timing saat OP sangat penting agar kita bisa mengikuti (atau kalau salah posisi, terseret) arah arus yang terbentuk. Arus yang diciptakan oleh para market maker itu.
Hal ini akan menghindarkan kita dari OP di saat market sedang sepi dan terjebak di kondisi yang arahnya tidak jelas alias pental pentul teu puguh (di kondisi seperti ini arah LSMA sering mengecoh, saya sering alami ini btw). Mending kalau ada range cukup lebar bisa buy low sell high di BB, lha kalau range sempit? Sama spread juga sudah rugi.
Kecuali kita yakin betul dengan analisa kita dan mau membiarkan posisi terbuka dalam kondisi seperti ini sampai arahnya sesuai dengan analisa atau SL kena, saya pribadi memilih stay out.
Pergerakan dimulai dengan sebuah momentum. Untuk menciptakan momentum ini jelas dibutuhkan transaksi dalam jumlah besar. Transaksi jumlah besar berarti aktivitas market tinggi, ini kembali lagi ke masalah waktu atau timing. Analisa kita nantinya untuk memprediksi kemana arah gerakan harga di waktu itu.

Oke deh, segitu yang saya tahu soal timing. Saya kurang tahu apa ini yang dulu dimaksud sama eyang suhu atau bukan, tapi begitulah menurut logika saya.
Semoga bermanfaat.

Tuesday, December 1, 2009

Disiplin Sistem

Satu hal yang saya rasakan sangat sulit dijaga di bisnis forex ini adalah disiplin, untuk saya lho, nggak tahu deh kalau orang lain sih.
Sangat mudah tergoda untuk rush terjun ke market sementara menurut sistem kondisi belum atau tidak memungkinkan. Biasanya godaannya kalau melihat gerakan harga yang terlihat menggiurkan (yang ternyata cuma spike), atau mampir di forum-forum dan melihat trade orang lain (saya kemarin-kemarin sering melakukan kesalahan ini), terutama kalau melihat orang-orang yang bisa masuk pas di ujung.
Padahal dari awalnya target saya trading adalah profit! Sama sekali bukan untuk dapat masuk di ujung, dan saya membuat rules untuk itu. Tapi itulah, godaan rasa serakah dan iri terhadap orang lain menggoyahkan iman, hehehe, kayak setan gitu loh.
Padahal tentunya mereka-mereka itu punya kebijakan sendiri dan cara pandang yang berbeda dari saya. Kalau saya memang paham bagaimana cara mereka menganalisa dan mengambil keputusan, baru saya boleh meniru.
Jadi pesan moralnya adalah: jaga ketat disiplin.
Jangan mudah terpengaruh, proses dulu semua informasi. KG kemarin bilang sama saya kalau kita baru boleh mengubah rules yang kita pegang kalau memang ada sesuatu yang bisa membuat kita lebih baik, nah kalau belum ketemu, maka stick to your system!!!

Saturday, November 28, 2009

Apa Metode Yang Terbaik?

Skill wajib yang harus dimiliki seorang trader adalah skill menganalisa. Ya, karena memang itulah pekerjaan rutin seorang trader, memelototi chart sampai mata meleleh.
Analisa adalah mempelajari kondisi saat ini dan sebelumnya, lalu setelah mendapat kesimpulan apa yang sedang terjadi dan mau kemana kira-kira harga akan bergerak baru tentukan strategi dan tindakan yang akan diambil. Jadi prosesnya adalah analisa-kesimpulan-tindakan.
Ada dua metode dasar dalam analisa, fundamental dan teknikal.

Analisa fundamental titik beratnya pada kondisi ekonomi dan politik suatu negara, sementara analisa teknikal berdasarkan data waktu lalu terutama harga, waktu dan volume.

Dua kubu ini memiliki penganut yang fanatik, mirip sekte agama mungkin yah. Analis fundamental mengklaim bahwa data masa lalu tidak valid untuk memprediksi masa depan dan mengatakan bahwa analisa teknikal adalah hoax, mereka lebih percaya kondisi fundamental suatu negara saat ini menjadi cerminan kekuatan mata uangnya. Sementara analis teknikal justru mengandalkan data-data yang sudah tersedia yang notabene berasal dari masa lalu dan berkata price action menceritakan segalanya.
Ada juga orang yang menggunakan keduanya.

Saya memilih metode teknikal, karena kebetulan waktu saya belajar forex ketemunya cuma itu, jadi ya sudah itu saja, hehehe, bercanda lah. Sebenarnya, saya percaya dunia dan segala isinya, termasuk bisnis forex ini ciptaan Tuhan. Dan ciptaan Tuhan selalu memiliki pola yang bisa dibaca, ada hukum yang bekerja disitu, tinggal terserah kita saja bagaimana menemukan caranya. Nah dengan mengamati kejadian di masa lalu kita bisa mendapatkan sebuah pola, nantinya digunakan untuk gambaran ke masa depan. Sama lah dengan kita memperhatikan lalu hafal kebiasaan seseorang, kita bisa memperkirakan apa yang akan dikerjakannya hari ini atau besok. Misalkan saya tahu pola kebiasaan anak saya tiap hari tidur jam 10 malam dan bangun jam 8 pagi. Nah, hari ini saya tentunya bisa memperkirakan kapan dia tidur nanti malam dan kapan dia bangun besok kan?
Sejarah adalah guru yang baik, makanya kalau kita belajar sejarah dan kita tidak dapat apa-apa selain hafalan tersimpan di otak, mungkin ada yang salah dalam mempelajarinya.

Saya tidak tahu banyak tentang metoda analisa fundamental, sedangkan mengenai analisa teknikal sendiri itu sangat beragam caranya. Dan dari situ nantinya berkembang teknik-teknik dan sistem trading baik manual maupun otomatis. Sangat banyak tersedia di pasaran baik gratis maupun tidak.

Yang mana yang lebih baik? Ya menurut saya tergantung. Harus ditemukan sendiri karena masing-masing orang kan berbeda. Pelajari saja dan lihat, if it works for you, then it's good for you.
Metode terbaik menurut saya pribadi adalah metode yang kita pahami betul logikanya, dengan begitu kita bisa trading dan menghasilkan profit yang konstan dengan resiko yang terukur.
Kalau bisa trading naked dan sukses, ya silakan, kalau dengan membaca berita ekonomi lalu bisa profit, ya good, kalau mengandalkan S&R line lalu sukses, ya sama, bagus. Bahkan kalau hanya mengandalkan kata paranormal lalu kita buy atau sell dan sukses, ya sah-sah saja kan?
So, learn and find out what works best for you.

Musuh Nomor 1

Di dunia forex, musuh utama para trader hanya ada satu, dan nggak jauh-jauh sebetulnya, adanya di diri sendiri. Namanya, emosi. Kecuali kalau kita kebetulan buka account di broker yang nakal, ya musuh kita jadinya bertambah satu.

Iya lah, kita tidak bertarung melawan pasar, itu mah konyol. Kita tidak bisa melawan pasar, kita tidak bisa mengendalikan pasar, yang bisa kita kendalikan adalah diri sendiri, tindakan kita sendiri.

Si emosi ini mengganggu disiplin dan judgement. Metode atau sistem apapun tidak akan berhasil bila faktor emosi ini tidak mendukung.

Bentuknya bisa macam-macam, bisa takut, bisa marah, bisa bosan, bisa serakah, bisa sembrono. Banyak lah contohnya.

Nah, cara menyiasatinya adalah kita harus trading dengan lepas, ringan tanpa beban. Dengan begitu kepala dan hati akan terasa dingin, jadi kita bisa lebih baik dalam membuat keputusan dan menjaga disiplin dengan sistem/rules yang kita pegang.
Caranya? Dengan membuat diri kita rileks waktu trading. Bisa dengan relaksasi atau meditasi, bisa dengan musik, aroma terapi, apa saja terserah. Yang penting rileks, santai, dan senang.

Thursday, November 19, 2009

Pentingnya Pemahaman

Salah satu kesalahan kebanyakan trader, termasuk saya, adalah berburu sebuah sistem atau teknik trading yang bisa membuat mereka kaya mendadak. Ya nggak salah, lagian siapa juga yang ngga mau kaya dengan gampang? Biarpun dijual dengan harga selangit, pasti dibeli, anggap saja investasi, toh nanti balik modal plus profit.

Yang menjualnya juga nggak bisa disalahkan, sah-sah sajalah, wong peluang bisnis namanya juga.

Ya, saya juga sempat terjebak asyik berburu, untungnya baru cuma sampai keluar masuk thread, tidak sampai keluar uang banyak.

Tapi, sementara sibuk berburu, ada satu hal sangat penting yang dilupakan. Pemahaman! Apa kita paham mekanisme harga? Apa kita paham cara kerja sebuah indikator? Psikologi di balik pergerakan? Cara menganalisa kondisi? Dll dll. To tell you the truth, saya juga masih banyak belum pahamnya, tapi setidaknya saya selalu berusaha belajar dan memahami sesuatu daripada menerima begitu saja mentah-mentah, cari hakekatnya begitu.

Sah-sah saja kita meniru teknik seseorang, atau membeli robot trading otomatis, tapi apa kita paham logika dibaliknya? Kenapa benar, kenapa salahnya?

Lagipula setiap orang unik, dan memahami sesuatu dengan caranya sendiri. Karena itu kita tidak bisa begitu saja meniru teknik orang lain, karena ya, memang beda! Bahkan dengan melihat chart dan indikator yang sama saja orang bisa saja mengambil kesimpulan dan keputusan berbeda.

So, pelajari dan pahami. Pahami dulu, bukan hafal, tapi paham. Setelah itu baru teknik dan indikator sebagai manifestasi kepahaman kita. Sama seperti tukang kayu atau mekanik, skillnya dulu, baru alat. Jadi kalau pun kita berburu robot atau indikator, kita tahu dulu intinya apa yang kita cari.

KG pernah mengatakan indikator paling hebat sejagat justru adalah: otak! Yang ini tentunya setiap orang juga punya, tinggal pakainya saja, mau digunakan otak ini sebagai processor, atau sebagai harddisk, atau malah dinon-aktifkan saja.

Sekali lagi, indikator atau tools itu hanyalah perpanjangan dari otak.

LinkWithin

 

Cho